Social Media dan Pelayanan Publik

Booming social media yang melanda Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tampaknya belum berdampak pada pemerintahan. Kita belum melihat bagaimana situs dan layanan jejaring  social media seperti Twitter dan Facebook atau lainnya dimanfaatkan secara tepat, efektif dan terintegasi untuk pelayanan publik sebesar-besarnya.

Hal ini patut disayangkan, tanpa perlu melihat ke luar negeri yang sudah melangkah jauh, di dalam negeri korporasi (juga usaha kecil dan menengah/UKM) sudah memanfaatkannya untuk mendekatkan jasa dan layanan dengan klien dan konsumen.

[tweetmeme source=”republiktwitter” only_single=false]

Pemanfaatan social media oleh pemerintah menjadi penting, karena jutaan orang di Indonesia harus berurusan setiap hari dengan instansi pemerintah untuk segala macam urusan. Masyarakat selama ini kerap kali mengeluhkan pelayanan publik yang birokratis dan memakan biaya dan tidak melihat ada jalan keluar dari persoalan ini. Reformasi birokrasi yang didengungkan pemerintah juga belum merata dirasakan oleh masyarakat luas dan kesannya masih tertatih-tatih.

Aplikasi social media sebenarnya bisa mempercepat pelayanan publik dan secara efektif memangkas rantai panjang birokrasi. Sayang hal ini kurang dimanfaatkan. Alasannya banyak, bisa karena kurang dipahami atau belum melek dengan kedahsyatan dampak social media yang luar biasa besar. Padahal, sejauh ini minimal para pegawai pemerintahan dari jajaran bawah sampai paling atas sudah memanfaatkan Twitter dan Facebook untuk berbagi informasi dan tentu saja untuk ngobrol. Sayangnya pemanfaatannya baru sebatas komunikasi yang tidak bersentuhan langsung dengan kebijakan pelayanan publik.

Andai social media dimanfaatkan secara benar, bisa dibayangkan betapa masyarakat luas akan sangat dimudahkan. Pemerintah akan berinteraksi langsung dengan masyarakat tanpa melewati sekat-sekat birokrasi. Dalam hal ini semua diuntungkan. Citra pemerintah membaik, kerja pemerintah lebih efektif dan efisien, sebaliknya masyarakat juga akan sangat terbantu mendapatkan informasi dan mudah menyelesaikan segala urusan.

Di sisi lain, kalau dihitung dampak ekonomi dari efisiensi dan efektivitas pelayanan publik dengan pemanfaatan social media tentu saja sangat besar. Pertanyaannya, maukah pemerintah melakukan perubahan untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan publik? Ledakan social media sudah di depan mata. Menyia-nyiakannya  merupakan kesalahan yang tidak bisa dimaafkan.

Aidan Surya  Kusuma

2 Juni, 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s